Nah, aku sekarang sudah terlepas dari kepulauan Adi, tapi aku belum merasa lega karena aku berpikir kemana aku pergi dan dimana aku akan tinggal selanjutnya. Kira-kira kurang lebih 4 jam lamanya menuju kecamatan Kaimana akhirnya aku sampai di Kota Kaimana-Kabupaten Fak-Fak, Irian Jaya,,,aku cuma bisa mengucapkan terimakasih kepada Polisi Laut yang menolongku mengantarkan sampai disini. Hari sudah menjelang sore dan aku masih duduk di pelabuhan sambil berpikir kemana dan dimana aku akan beteduh, dan akhirnya aku punya kesimpulan bagaimana kalo aku pergi ke Pasar saja soalnya aku tau pasar tempat yang ramai di kunjungi pengunjung. Sesampainya di Pasar aku cuma bisa melihat orang-orang berjualan dan tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam dan akhirnya sepasang suami istri datang menghampiriku dan menyapaku....dik...dik......adik dari mana...dan aku menjawabnya...saya datng dari Perusahaan Adi di Pulau Adi tapi saya menggat tidak betah kerja disana. Bapak/Ibu....terus mereka bertanya lagi adik berasal dari mana dan siapa namamu..,saya berasal dari Bali dan nama saya Ketut....oh..gitu kalo saya nama Bapak /ibu Amin...terus kita bercerita banyak tentang perusahaan Adi yang jelek itu dan mereka tau tentang keburukannya perusahaan nya itu...mereka terus bertanya lagi terus adik Ketut akan tinggal dimana...? Oh ...maaf saya tidak punya siapa-siapa disini mungkin akan tidur disini saja sambil menunggu hari besok. Bapak dan Ibu Amin kelihatannya sedih melihat aku dan mendengarkan ceritaku kerja di pulau Adi....dan akhirnya dia bertanya lagi...dik Ketut mau enggak tinggal semantara di rumah mertuaku dan nanti besok pagi Bapak/Ibu akan mengajakmu tinggal dirumah Bapak dan aku menjawabnya terima kasih Bapak...Ibu.... Bapak dan Ibu Amin ini mereka seorang Muslimin dan Muslimat mereka ke duanya sangat baik sekali sama aku. Nah, besok paginya aku langsung di antar dan di ajak kerumahnya dam mereka sudah menyediakan kamar kecil yang berdingdingkan bedeg bambu, itu sudah aku berterimakasih sekali atas kebaikannya...bapak dan ibu Amin ini sudah lama kawin tapi belum di karuniai anak. Mata pencahariannya sehari hari sebagai nelayan dia cuma mengharap kan hasil dari menangkap ikan dan Ibunya yang berjualan ketupat sama ikan goreng di Pasar. Kadang-kadang mereka cuma makan ubi sama ikan karena tidak punya uang cukup untuk beli beras. Bapak dan Ibu Amin ini sudah menganggapku seperti anaknya sendiri dan aku merasakan sedikit kebahagiaan karena aku tidak di Pulau Adi lagi walaupu aku belum bisa pulang tapi aku juga menganggapnya mereka orang tuaku sendiri. Kerjaku disini cuma bisa membantu mereka mencarikan kayu bakar di hutan untuk masak dan kadang kadang aku ikut membantunya jualan di Pasar. Aku sudah tidak punya persaan malu jualan ketupat sama ikan tenggiri goreng di pasar yang penting aku bisa hidup disini. Di suatu hari aku punya ide akan mengajarkan Ibu Amin membuat ketupat Bantal, soalnya ketupat nya cuma satu macam tidak ada yang bentuknya lain. Langsung aja aku manjat kelapa dan mencari busung nya untuk bikin ketupat bantal yang ukurannya lebih besar. Terus malam harinya kita berdua berjualan di pasar....ibu Amin terkejut karena ketupat bantalnya laris sekali dan tidak menyangka mendapat jualan yang banyak...terus dia berkata ALHAMDULILAHHH dan juga bilang terimakasih ...Ketut....!!!
Hari...hari,,,,telah berganti dan tidak terasa sudah 3 bulan bersamanya tapi aku belum juga mendapatkan pekerjaan dan aku tau cuma bermodal Ijazah SMA rasanya sulit untuk dapat kerjaan yang selayaknya,terpaksa cuma bisa menunggu kabar dari orang tuaku di Bali. Nah...singkatnya akhir bulan Nopember aku mendapatkan surat dari kantor pos bahwa orang tuaku mengirimkan uang Rp.150.000 untuk aku supaya bisa pulang ke Bali, dan uang sebanyak itu tiak akan cukup untuk sewa kapal...terus aku berpikir...bepikir dan berpikir bagaimana caranya supaya bisa pulang dan aku tau keluarga Bapak Amin tidak punya uang sama dg keluargaku dirumah. Melihat ibu Amin datang dari pasar dan dia langsung menemuiku...Ketut...Mama punya berita baru untuk kamu..gitu bilangnya terus aku menjawabnya berita apa buuu...ini tadi Mama dipasar mendengar berita bahwa akan ada kapal cargo datang kesini mengambil barang dan akan melanjukan perjalanannya ke Surabaya...dan Ibu Amin bilang lagi Ketut bagaimana kalo kamu langsung saja cari dan minta tolong sama Kaptennya di pelabuhan bilang kalo kamu mau menumpang sampai di Surabaya...terus aku ceritakan pengalaman pahitku di Perusahaan dan Kapten kapal Cargo itu akan mengajakku berangkat sampai di Surabaya....nah, tepatnya pertengahan bulan desember mengucapkan selamat tinggal dan juga mengucapkan terimakasih banyak-banyak kepada keluargaa Bapak Amin yang telah mengajaku dan menganggapku seperti anak mereka sendiri.
Kita berpelukan sambil meneneteskan air mata...bapak/ibu Amin berkata...Selamat Jalan Ketut...dan jaga diri dan sampai jumpa. Aku punya pikiran d i dalam hatiku ...aku akan tidak pernah melupakan kebaikan budi Keluarga Bapak Amin ini dan dg apa aku akan membalas kebaikannya...!
Akhirnya sampai sekarang aku tidak bisa melupakan kebaikannya walaupun kita tinggal berjahuan... dan setelah 15 tahun aku mendapat surat dari mereka yang berisikan photo keluarga bahwa mereka sekarang sudah di karuniai 3 anak dan aku cuma bisa mengucapkan puji syukur kepadanya Dan tahun 2003 aku mengundangnya untuk datang ke Bali bersama keluarganya dan biaya semua akan aku tanggung sendiri tapi sayang Ibu dan anaknya tidak bisa datang karena masalah anaknya sekolah dan cuma Bapak Amin saja yang datang ke Bali dan tinggal selama 3 minggu bersama keluargaku di Bali dan sampai sekarang aku masih kontak sama mereka kadang melalui telpon, SMS atau surat...!
Sekian dan terimakasih dan semoga berkenan pada diri anda,
( Ketutski )
 | masih ada yg berhati mulia..syukur ya.. |
 | Makasi...itu masih dari lanjutan life storyku. |
 | diantara kesedihan..ada kebahagian..diantara penderitaan..ada kesenangan...dianatar kesendirian...kebersamaan itu Tuhan berikan...ketulusan selalu mengabadikan suatu hubungan... |
 | Bener Embok...terimakasi comment nya...itu semua karena tuhan yang mengaturnya, hidup di dunia kita harus saling harga menghargai...tolong menolong ssesama manuasia... |
 | aduh bener...gw meneteskan air mata baca kisahmu bli! Gimanapun juga mau pahit atau manis Kenangan itu akan tetap ada! Aku harap kalian masih menjalin hubungan baik dengan bapak Amin dan Keluarga! to be continued kan?
|
 | itulah pengalaman hidup yg indah...menghargai orang lain yg menolong kita di saat-saat yg sulit... padahal keluarga bpk Amin,mungkin ngak sekolah tinggi, tapi budi mereka sungguh baik,memberi bantuan dg iklas , semoga hari-hari selanjut nya mereka di berkahi Tuhan, |
 | Budi baik orang yang menolong kita saat kesulitan itu akan terbawa sampai mati karna walaupun kita balik membantunya rasanya itu belum cukup .Mudah mudahan mereka mendapat perlindungan dari yang maha kuasa . |
 | Embok sri, Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan mereka walaupun aku tinggal disini sekarang masih aku contact sama mereka dan kadang aku megirimkan sesuatu kepadanya...sukma |
 | Ya...embokYusliwati, memang keluarga Bapak Amin itu tidak punya apa apa, hidup sederhana tapi hatiya baik sekali dan mereka tidak memandang perbedaan agama, waktu aku bersamanya dirumahnya tidak ada listrik dan air bersih dan waktu itu mereka belum di karuniai anak tapi setelah 20 th sekarang mereka punya anak 3 dan aku juga ikut bangga dan aku pernah megirimkan uang sedikit dan itu digunakannya untuk buka bisnis kecil kecilan dan ia bilang istrinya sekarang punya warung di rumahnya...sukma |
 | Terima ksaih embok Sukayahadi, Bener itu...embok, kita mebalas budi dg material rasanya belum cukup tapi aku mengharapkan agar budi pekerti yang baik itu agar di balas dengan Tuhan Yang Maha Esa...sukma |
 | kebaikan hati orang lain kepada kita mengajari kita utk berbuat baik kepada orang lain lagi.. ^^ |
 | makasi....memang bener itu embak... |
 | Luung sajan satuane tut:) hidup mule keto, ramen rage demen nulungin anak, di kude kenkene lamen rage perlu bantuan, dong ade ye nak nulungin. Angkalange dini dirantu rage, lamen ngidang nulungin anak, kal tulungin sube, nyen nawang, saget suatu hari rage perlu bantuan, ade je nak kal idihin tulung, sing keto o:) |
 | Waduh.... saya ga bisa ngomong nih baca true story ini.... Luar biasa, bagus sekali nih kalo di film kan, saya sangat terkesan dengan kisah hidup mu blih.... baik kisahnya blih juga kebaikan keluarga P' Amin itu, dengan keikhlasannya membantu blih... dia telah dibalas oleh YME dengan dikaruniai 3 anak setelah begitu lama menantinya.... semuanya rahasia Yang Kuasa. |
 | Astaga! kebayang gimana masa-masa itu ya Tut, Pulau Adi kan terpencil banget. Aku di Sorong aja kadang-kadang bosan, gimana yang di Pulau Adi dan semua serba terbatas! Salut!!! ketut bisa bertahan dan melewati semuanya. Setelah naik kelas dari Ujian di Pulau Adi, tiyang yakin bli ketut akan bisa hidup dimana saja. Om Awighnam Astu namo sidham. |
Comment deleted at the request of the author.
 | Halo,Pak Ketut... Anda punya banyak pengalaman berharga ya :-) Kalau saya sih, belum tentu bisa seperti Bapak :-P Saya turut bahagia, baca kisah Bapak :-) |
 | Mengharukan sekali ceritanya Bli...nggak bisa2 berkata-kata... |
 | kisah hidup yg bagus dan berharga sekali... saya seneng banget bacanya. kekayaan sejati... |
 | ternyata ketulusan masih ada, dan ketulusan selalu membuahkan sesuatu yg jauh lebih baik dari yg mampu kita bayangkan...
|
 | saya merasakan begitu terhara dengan kesabarab dan ketabahan bro untuk teruskan hidup dengan bertemankan seorang manusia bernama insan..yang berhati mulia bagaikan wali Allah yang menpunyai hati serta ilmu agama yang baik tidak kira bangsa,umur dan agama sama sekali tidak jadi penghalang untuk menolong oranglain yang dalam kesusahan dan kesempitan..saya akur dengan keluarga Pak Amin walaupun miskin tetapi kaya dengan perasaan dinamakan perikemanusiaan...syabas Paak Amin sekeluarga...dan My brother you too...you never foget they not ok...take care... |
 | satu permintaan saya kirim salam dengan mereka katakan saya berterimkasih kerana menolong sahabt saya..ketut..dan beri harapan untuk terus hidup sampai sekarang... |
 | OH! Again? I dont understand a word! OHHHHH :(( What is this one about? Summarize it at least if you could , ok? Thanx! ; )) |
 | Ketut, betul2 baik ya bapak dan ibu Amin, aku sampai ikut meneteskan air mataku, untung ada kapal cargo yang bisa kamu nunuti ke Surabaya, dan bisa ketemu orang tua dan sanak saudara di Bali. Mudah2an hidupmu sekarang bisa enak, makmur dan bahagia...!!! |
 | Aku sungguh terharu membacanya. Tolong lanjutkan bagaimana sampai anda bisa menetap di NY. |
 | Bener Ketut, itu juga menurut saya, kalau kita menolong sesama di kemudian hari kita juga tertolong oleh yang lainnya, have a nice day ya ...saya mau berangkat kerja dulu...sampai nanti sore lagi... |
 | yg begini yg saya suka baca pengalaman2 hidup seseorang..berharga, unik & berbeda..setiap org memiliki pengalaman hidup sendiri..tidak bisa kita cari di google atau media lainnya.. |
 | Swasti astu,bli ketut,aduh rase sesek tangkahe,memace,kisah hidup beline,sangat menyentuh hati. salam kenal. |
 | bli,hikksss meli bantale nah |
| |